//
you're reading...
Kuliah

Kinesiologi


KINESIOLOGI

* Kinesiologi adalah ilmu yang mempelajari tubuh manusia ketika bergerak.

Tujuan Kinesiologi adalah efektif, efisien, dan terhindar dari cidera dalam bergerak.

* Tulang

Osifikasi adalah sebuah proses pembentukan tulang.

Jenis osifikasi

* Osifikasi endokondral: pembentukan tulang dari tulang rawan

* Osifikasi intramembranosus: pembentukan tulang dari mesenkim, seperti tulang pipih pada tengkorak

* Osifikasi heterotopik: pembentukan tulang di luar jaringan lunak.

Pembentukan Tulang

Menurut bahan pembentuknya, tulang dapat dibedakan menjadi tulang rawan (kartilago) dan tulang keras (tulang/osteon).

Pembentukan tulang dimulai dari perkembangan jaringan penyambung seperti tulang rawan yang berkembang menjadi tulang

keras. Jaringan yang berkembang akan disisipi dengan pembuluh darah. Pembuluh darah ini akan membawa mineral seperti

kalsium dan menyimpannya pada jaringan tersebut.

Osifikasi atau yang disebut dengan proses pembentukan tulang telah bermula sejak umur embrio 6-7 minggu

dan berlangsung sampai dewasa. Osifikasi dimulai dari sel-sel mesenkim memasuki daerah osifikasi, bila daerah tersebut banyak

mengandung pembuluh darah akan membentuk osteoblas, bila tidak mengandung pembuluh darah akan membentuk

kondroblas.

Pembentukan tulang rawan terjadi segera setelah terbentuk tulang rawan (kartilago). Mula-mula pembuluh darah

menembus perichondrium di bagian tengah batang tulang rawan, merangsang sel-sel perichondrium berubah menjadi osteoblas.

Osteoblas ini akan membentuk suatu lapisan tulang kompakta, perichondrium berubah menjadi periosteum. Bersamaan dengan

proses ini pada bagian dalam tulang rawan di daerah diafisis yang disebut juga pusat osifikasi primer, sel-sel tulang rawan

membesar kemudian pecah sehingga terjadi kenaikan pH (menjadi basa) akibatnya zat kapur didepositkan, dengan demikian

terganggulah nutrisi semua sel-sel tulang rawan dan menyebabkan kematian pada sel-sel tulang rawan ini. Kemudian akan

terjadi degenerasi (kemunduran bentuk dan fungsi) dan pelarutan dari zat-zat interseluler (termasuk zat kapur) bersamaan

dengan masuknya pembuluh darah ke daerah ini, sehingga terbentuklah rongga untuk sumsum tulang.

Pada tahap selanjutnya pembuluh darah akan memasuki daerah epiphise sehingga terjadi pusat osifikasi sekunder,

terbentuklah tulang spongiosa. Dengan demikian masih tersisa tulang rawan dikedua ujung epifise yang berperan penting dalam

pergerakan sendi dan satu tulang rawan di antara epifise dan diafise yang disebut dengan cakram epifise. Selama pertumbuhan,

sel-sel tulang rawan pada cakram epifise terus-menerus membelah kemudian hancur dan tulang rawan diganti dengan tulang di

daerah diafise, dengan demikian tebal cakram epifise tetap sedangkan tulang akan tumbuh memanjang. Pada pertumbuhan

diameter (lebar) tulang, tulang didaerah rongga sumsum dihancurkan oleh osteoklas sehingga rongga sumsum membesar, dan

pada saat yang bersamaan osteoblas di periosteum membentuk lapisan-lapisan tulang baru di daerah permukaan.

Jadi pembentukan tulang keras berawal dari kartilago (berasal dari mesenkim). Kartilago memiliki rongga yang

akan terisi oleh osteoblas (sel-sel pembentuk tulang). Osteoblas membentuk osteosit (sel-sel tulang). Setiap satuan sel-sel tulang

akan melingkari pembuluh darah dan serabut saraf membentuk sistem havers. Matriks akan mengeluarkan kapur dan fosfor

yang menyebabkan tulang menjadi keras.

KETERANGAN:

Osteoblas adalah sel penyusun tulang

Kondroblas adalah sel yang yang berasal dari stem sel mesenkim dan kemudian membentuk kondrosit yang akhirnya kita kenal

dengan sel rawan.

Jika tulang kita tidak mengandung zat kapur maka tulang kita tidak sekeras saat ini. Tapi terlalu banyak zat kapur pun tidak

terlalu baik bagi tulang.

Epiphyse atau dalam bahas indonesia disebut dengan epifisis terletak pada kedua ujung tulang. Anda pernah makan ayam

bagian paha, aperhatikan tulang tersebut. Pada tulang tersebut terdapat ujung-ujung tulang. Kedua ujung tulang tersebut

merupakan epifisis atau epiphyse.

Tulang kompakta merupakan tulang yang berwarna putih dan keras. Tulang kompakta terletak pada lapisan kedua setelah

periosteum. Coba baca materi struktur tulang pada e-learning ini.

Perikondrium merupakan lapisan tipis yang melapisi tulang.

Tulang Rawan

Tulang rawan bersifat lentur, tersusun atas sel-sel tulang rawan (kondrosit) yang mensekresikan matriks (kondrin)

berupa hialin atau kolagen, ruang antar sel tulang rawan banyak mengandung zat perekat dan sedikit zat kapur.

Rawan pada anak berasal dari mesenkim dengan kandungan kondrosit lebih banyak dari kondrin. sebaliknya,

pada orang dewasa kondrin lebih banyak dan rawan ini berasal dari selaput tulang rawan (perikondrium) yang banyak

mengandung kondroblas (pembentuk kondrosit).

Rawan pada dewasa antara lain terdapat pada cincin batang tenggorokan dan daun telinga. Tulang rawan banyak

terdapat pada tulang anak kecil dan pada orang dewasa banyak terdapat pada ujung tulang rusuk, laring, trakea, bronkus,

hidung, telinga, antara ruas-ruas tulang belakang. Bila anak-anak mengalami patah tulang, maka akan cepat menyambung

kembali. Hal ini dikarenakan pada anak-anak masih banyak memiliki tulang rawan, sehingga bila patah mudah menyambung

kembali.

Bentuk Tulang

Menurut bentuknya tulang terbagi 3 macam, yaitu:

1. Tulang pipa

Bentuknya bulat, panjang dan tengahnya berongga. Berfungsi sebagai tempat pembentukan sel darah merah

Contohnya : – tulang paha

– tulang lengan atas

– tulang jari tangan

2. Tulang pipih

Bentuknya pipih ( gepeng ). Berfungsi sebagai tempat pembentukan sel darah merah dan sel darah putih .

Contohnya:  – tulang belikat

– tulang dada

– tulang rusuk

3. Tulang pendek

Bentuknya pendek dan bulat. Berfungsi sebagai tempat pembentukan sel darah merah dan sel darah putih

Contohnya:  – ruas-ruas tulang belakang

– tulang pergelangan tangan

– tulang pergelangan kaki
·         Persendian

Sendi merupakan hubungan antar tulang sehingga tulang dapat digerakkan atau semua persambungan tulang, baik yang

memungkinkan tulang tersebut dapat bergerak satu sama lain maupun tidak. Hubungan dua tulang disebut persendian

(artikulasi).
komponen penunjang persendian

Beberapa komponen penunjang sendi:

* Kapsula sendi adalah lapisan berserabut yang melapisi sendi. Di bagian dalamnya terdapat rongga.
* Ligamen (ligamentum) adalah jaringan pengikat yang mengikat luar ujung tulang yang saling membentuk persendian.

Ligamentum juga berfungsi mencegah dislokasi.
* Tulang rawan hialin (kartilago hialin) adalah jaringan tulang rawan yang menutupi kedua ujung tulang. Berguna untuk

menjaga benturan.
* Cairan sinovial adalah cairan pelumas pada kapsula sendi.

Macam-macam persendian

Ada berbagai macam tipe persendian:
v     Sinartrosis

Sinartrtosis adalah persendian yang tidak memperbolehkan pergerakan atau sendi yang tidak dapat bergerak sama sekali.

Dapat dibedakan menjadi dua:

* Sinartrosis sinfibrosis: sinartrosis yang tulangnya dihubungkan jaringan ikat fibrosa. Contoh: persendian tulang tengkorak.
* Sinartrosis sinkondrosis: sinartrosis yang dihubungkan oleh tulang rawan. Contoh: hubungan antarsegmen pada tulang

belakang.

v     Amfiartosis

persendian yang dihubungkan oleh jaringan tulang rawan sehingga memungkinkan terjadinya sedikit gerakan

* Sindesmosis: Tulang dihubungkan oleh jaringan ikat serabut dan ligamen. Sambungan antara tulang yang salah satunya tidak

bergerak.

Contoh: – persendian antara fibula dan tibia.

– persendian antara radius dan ulna.

* Simfisis: Tulang dihubungkan oleh jaringan tulang rawan yang berbentuk seperi cakram. Contoh: – hubungan antara ruas-

ruas tulang belakang.

–  hubungan antara ruas-ruas coste
v     Diartrosis

Diartrosis adalah persendian yang memungkinkan terjadinya gerakan atau pergerakannya lebih luas. Persendian ini disebut juga

persendian sinovial. Dapat dikelempokkan menjadi:

* Sendi peluru: persendian yang memungkinkan pergerakan ke segala arah. Contoh: – hubungan tulang lengan atas dengan

tulang belikat.

– persendian antara gelang bahu dengan tulang lengan atas

– persendian antara gelang panggul dengan tulang paha.

* Sendi pelana: persendian yang memungkinkan beberapa gerakan rotasi, namun tidak ke segala arah.

Contoh: – hubungan tulang telapak tangan dan jari tangan.

* Sendi putar: persendian yang memungkinkan gerakan berputar (rotasi). Contoh: – hubungan tulang tengkorak dengan

tulang belakang I (atlas).

– persendian antara hasta dengan tulang pengumpil.

* Sendi luncur: persendian yang memungkinkan gerak rotasi pada satu bidang datar. Contoh: hubungan tulang pergerlangan

kaki.
* Sendi engsel: persendian yang memungkinkan gerakan satu arah.

Contoh: sendi siku antara tulang lengan atas dan tulang hasta.

* Sendi Kondiloid: gerakan di sekeliling dua sumbu, yang berputar adalah mangkoknya. Contoh: persendian antara carpea

dengan radius yang beergarak secara fleksi-ekstensi dan aduksi- abduksi.

Gerak karena persendian

1. 1.      Fleksi dan Ekstensi :

ü      bengkok (fleksi) meluruskan (ekstensi)

ü      hiperekstensi : melebihi anatomi tubuh

1. 2.      Adduksi dan abduksi :

ü      menjauh (adduksi) dan mendekat(abduksi)

ü      merenggangkan jari – jari dan mengacungkan.

1. 3.      Elevasi dan depresi :

ü      menutup (elevasi), membuka (depresi)

1. 4.      Supinasi dan pronasi

ü      menengadah (supi) dan menutup (pro)

1. inversi dan eversi

ü      Inversi (O) -> ( ), Eversi (X) -> )(

* Tulang Rawan Sendi

Ibarat mesin mobil, tulang manusia juga punya “shock absorber” di bagian sendi. Fungsinya sebagai bantalan peredam tekanan

saat tulang bergerak (misalnya saat berjalan) maupun saat diam (misalnya saat berdiri). Jika bantalan ini aus, sendi akan

meradang dan terasa nyeri. Jika terus dibiarkan, tak mustahil akan menyebabkan kecacatan.

Dalam struktur tubuh manusia, sendi berfungsi sebagai engsel penghubung antartulang. Struktur sendi ini memungkinkan tulang

bergerak. Kaki bisa dipakai berjalan, jari bisa ditekuk, tangan bisa dipakai mengangkat, punggung bisa dibungkukkan, dan

seterusnya. Sebagai engsel, sendi punya struktur yang memungkinkan tulang bergerak dengan mulus. Salah satunya tulang

rawan. Tulang rawan ini melapisi bagian ujung tulang yang bersinggungan dengan tulang lainnya.Ketika dua tulang bersinggungan

dan saling menekan, bagian tulang rawan ini berfungsi sebagai bantalan yang meredam tekanan dan memuluskangerakan sendi.

Bagian batang tulang punya saraf, tapi bagian rawan sendi ini tidak. Karena itulah, ketika kita menggerakkan tungkai kaki, lutut

kita tidak terasa sakit. Sebab bagian yang berbenturan hanya rawan sendi lutut, bukan tulangnya sendiri.

Pada keadaan normal, tulang rawan ini permukaannya rata, halus, seperti kaca. Sehingga ketika bergesekan dengan tulang

rawan lainnya, gerakannya mulus. Tapi pada orang-orang tertentu, tulang rawan sendi ini mengalami penipisan alias aus.

Sebelum menipis, permukaan rawan sendi tidak rata dan bergelombang sehingga gerakan sendi terasa tidak lancer bahkan

kadang-kadang berbunyi. Jika rawan sendi menipis, maka pada saat sendi digerakkan atau mendapat tekanan akan timbul rasa

sakit karena fungsi peredam kejut dan rawan sendi berkurang Sebagiab besar tekanan akibat beban akan langsung diteruskan

ke tulang. Karena bagian tulang punya saraf, maka tekanan ini akan menimbulkan rasa nyeri. Ketika dipakai berjalan, lutut akan

terasa sakit dan ngilu. Kondisi inilah yang dikenal sebagai osteoartritis.

Jika osteoartritis masih ringan, sendi baru akan terasa sakit saat dipakai beraktivitas berat. Misalnya saat mengangkat beban

berat atau naik turun tangga. Tapi pada osteoartritis yang parah, sendi terasa sakit meskipun hanya dipakai untuk aktivitas

ringan, seperti berjalan. Bahkan, jika sudah kelwat parah, saat duduk atau tidur pun, sendi terasa nyeri.

Sendi yang biasanya menjadi korban osteoartritis adalah sendi yang memikul beerat badan, misalnya sendi lutut. Dengkul.

Maklum saja, lutut merupakan sendi yang paling banyak menerima tekanan beban. Sendi lain yang juga bias terkena

osteoarthritis misalnya sendi di tulang belakang, sendi panggul, pergelangan kaki, dan pangkal ibu jari kaki.

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Arsip

Categories

Blog Stats

  • 162,011 hits

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 6 other followers

%d bloggers like this: